5 Fasilitas Ramah Difabel yang Ada di Indonesia!

Semua warga negara memang memiliki hak yang sama dalam menikmati dan menggunakan fasilitas umum, tak terkecuali dengan penyandang disabilitas atau difabel. Fasilitas ramah difabel di Indonesia sendiri masih tergolong belum maksimal.

Meski begitu, belakangan ini pemerintah mulai gencar dalam mengupayakan fasilitas yang ramah untuk penyandang difabel. Nah, biar kamu makin paham fasilitas apa saja yang ramah untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, yuk simak ulasannya berikut ini:

5 Fasilitas Ramah Difabel di Indonesia

1. Guiding Block

Salah satu fasilitas yang wajib ada di tempat publik terutama di lokasi wisata adalah guiding block. Guiding block yang dapat kamu temukan di trotoar kota ini biasanya diberi warna kuning, agar pengguna jalan selain difabel bisa langsung memahami bahwa jalur ini khusus untuk difabel.

Jalur pemandu khusus ini memiliki 2 pola yaitu pola garis dan pola bulat yang memiliki makna tersendiri. Pola garis merupakan tanda untuk berjalan terus, sedangkan pola bulat merupakan tanda untuk berhenti. Tanda ini tentunya akan memudahkan para penyandang tunanetra saat berjalan.

2. Toilet Umum Khusus Difabel

Belakangan ini, fasilitas toilet umum khusus untuk para penyandang difabel juga sudah mudah kamu temukan di tempat public seperti rest area, tempat wisata, atau pusat perbelanjaan, lho. Bedanya dari toilet biasa, toilet khusus difabel ini memenuhi beberapa kaidah aksesibilitas.

Toilet khusus difabel memiliki ukuran ruangan yang lebih besar dan luas agar para penyandang difabel yang menggunakan kursi roda bisa bergerak dengan leluasa. Pintu toiletnya juga harus mengarah ke luar dan memiliki lebar sekitar 1,5 meter agar lebih mudah dilalui kursi roda.

Posisi kloset duduk juga harus lebih tinggi dari kloset pada umumnya untuk memudahkan penyandang difabel berpindah dari kursi roda. Lantai toiletnya juga harus terbuat dari material anti licin untuk mencegah risiko tergelincir atau terpeleset.

3. Ramp

Selain jalur khusus, fasilitas lainnya yang ramah difabel yaitu ramp. Kamu mungkin sudah sering melihat ramp, bukan? Ramp merupakan jalur yang dirancang secara khusus dengan kemiringan maksimal 7° untuk memudahkan akses penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.

Menurut aturan yang diberlakukan, panjang ramp ini tidak boleh lebih dari 9 meter. Kemiringannya juga harus 7°, karena kalau lebih rendah dari itu maka jalurnya juga akan lebih panjang. Sebenarnya, untuk panjang ramp bisa lebih dari 9 meter namun dengan catatan harus ada bordes.

Bordes ini sendiri berfungsi untuk tempat istirahat sementara bagi penyandang difabel yang terletak di awal atau di akhir ramp. Permukaan lantai ramp juga harus bertekstur kasar agar tidak licin ketika terkena air hujan.

Tidak hanya bordes saja, ramp juga harus dilengkapi dengan pengaman pada bagian tepinya, pegangan rambatan di bagian kanan dan kiri, serta pencahayaan yang memadai demi kenyamanan dan keamanan penggunanya.

4. Tempat Parkir Khusus Difabel

Tempat parkir khusus penyandang difabel juga wajib disediakan mengingat banyak teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik namun tetap mengendarai kendaraan sendiri. Melihat kondisi seperti ini, lokasi penempatan ruang parkir khusus difabel dianjurkan berada di dekat pintu masuk gedung.

Jarak maksimum antara pintu masuk dengan tempat parkir khusus difabel ini idealnya sekitar 60 meter. Area parkir ini juga harus memiliki ruang yang cukup bebas dan leluasa agar teman-teman penyandang disabilitas lebih mudah untuk keluar-masuk saat memarkirkan kendaraan mereka.

Selain itu, area parkir khusus difabel juga harus dilengkapi dengan simbol atau rambu-rambu parkir khusus penyandang disabilitas, agar mereka tidak bingung saat memarkirkan kendaraan atau keluar-masuk lokasi parkir.

5. Loket Tiket

Tempat wisata yang ramah difabel tentunya harus memiliki loket tiket khusus penyandang disabilitas. Loket tiket khusus ini biasanya tidak dipasangi dengan barrier atau pagar penghalang di sisi kiri dan kanan, agar memudahkan teman-teman penyandang difabel untuk membeli tiket.

Loket khusus ini didesain dengan area yang lebih lebar tanpa pagar pembatas, agar penyandang difabel yang menggunakan kursi roda bisa bergerak dengan bebas dan leluasa. Selain itu, petugas loket juga harus memiliki kecakapan khusus dalam berbahasa isyarat.

Dengan begitu, para penyandang disabilitas terutama penyandang tuli tetap bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan petugas loket.

Dari ulasan di atas, kamu jadi makin paham tentang fasilitas apa saja yang ramah untuk penyandang difabel, bukan? Fasilitas ramah difabel ini memang harus semakin digalakkan dan diupayakan keberadaannya, terutama di area publik demi kenyamanan para penyandang disabilitas.