Bagaimana Cara Menggunakan Metronidazole?

Metronidazole adalah jenis antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri dan parasit. Obat ini digunakan secara oral dan efek samping yang umum termasuk mual, muntah, diare dan sakit kepala. Metronidazole juga dapat menyebabkan rasa logam di mulut, sakit perut atau kram, ruam kulit atau gatal. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah (misalnya, pembengkakan di sekitar mulut/lidah).

Metronidazole digunakan secara oral dan sesuai dengan rekomendasi dokter (misalnya, 500 mg dua kali sehari). Metronidazole tidak boleh dikonsumsi dengan minuman beralkohol, karena dapat menyebabkan efek samping seperti kemerahan, berdenyut di kepala dan leher, jantung berdebar dan sesak napas (karena tekanan darah rendah). Wanita hamil dan ibu menyusui juga harus menghindari penggunaan Metronidazole karena obat ini dapat menular ke bayi yang belum lahir / baru lahir, dan penghambatan pertumbuhan tulang.

Metronidazole tersedia dalam berbagai bentuk (misalnya, kapsul, tablet atau larutan untuk pemberian intravena). Pada sediaan oral obat ini biasanya diminum dengan segelas air putih. Pasien disarankan untuk tidak menghancurkan tablet, karena ini dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan muntah. Untuk mencegah gejala ini pasien harus menelan Metronidazole utuh. Metronidazole bekerja paling baik bila diminum dengan makanan atau segelas penuh air pada waktu yang sama setiap hari.

Harga Metronidazole

Metronidazol cukup terjangkau, dan harga Metronidazole untuk keputihan di apotik berkisar antara 2.500 rupiah sampai 7.000 rupiah per strip (10 tablet) dengan merk generik. Anda dapat membeli Metronidazole dengan menggunakan resep dokter. Seperti biasa, konsultasikan dengan dokter sebelum mengobati sendiri kondisi medis apa pun.

Kontraindikasi Metronidazol

Metronidazole tidak boleh dikonsumsi dengan minuman beralkohol, karena dapat menyebabkan efek samping seperti kemerahan, berdenyut di kepala dan leher, jantung berdebar dan sesak napas (karena tekanan darah rendah). Wanita hamil dan ibu menyusui juga harus menghindari penggunaan metronidazol karena obat ini dapat menular ke bayi yang belum lahir / baru lahir, menyebabkan penghambatan pertumbuhan tulang.

Ini dikontraindikasikan pada pasien dengan penyakit tukak lambung atau sindrom iritasi usus karena dapat menyebabkan sakit perut. Pasien dengan riwayat alergi Metronidazole atau obat terkait lainnya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan.