Mengenali Oksigen Klinis Dan Pemakaianya – SehatQ

Istilah oksigen klinis banyak dibincangakan di masyarakat luas seiringi bertambahnya pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia mulai awalnya tahun 2020 kemarin. Mengapa pembicaraan berkenaan oksigen klinis diimbangi karena ada Covid-19 yang berada di Indonesia? Pasti ada hubungannya donk? Iya benar, oksigen klinis terkait dengan pengobatan pasien yang terimbas virus Covid-19.

Oksigen Klinis

Oksigen klinis ialah sebuah benda yang dipakai sebagai penyembuhan untuk jaga konsistensi kandungan oksigen atau saturasi oksigen pada tubuh agar masih tetap pada angka normal. Beberapa penyakit yang memerlukan oksigen klinis dalam pengatasannya yakni penyakit yang striker aliran pernapasan seperti asma, penyakit yang serang jantung seperti tidak berhasil jantung, jantung kurang kuat, dan penyakit yang striker paru-paru seperti Covid.

Oksigen klinis memang memiliki peranan penting di kehidupan manusia. Tanpa oksigen klinis, badan manusia tidak bisa bekerja yang baik hingga mengakibatkan kematian. Salah satunya peranan oksigen klinis untuk menghindakan diri dari hipoksemia dan hipoksemia jaringan. Hipoksemia ialah kondisi di mana kondisi oksigen pada darah lebih rendah dari kondisi normal. Sedang hipoksemia jaringan ialah satu kondisi di mana badan sedang kekurangan konsumsi oksigen yang diperlukan oleh organ-organ badan.

Disamping itu, penggunaan oksigen untuk pasien Covid berperan sebagai saturasi oksigen. Saturasi oksigen pada pasien Covid akan menurun, yang menyebabkan badan kekurangan oksigen dan jadikan badan berasa lemas tidak memiliki tenaga. Oleh karena itu, memerlukan kontribusi atau dorongan untuk mengembalikannya ke tingkat normal.

Lalu bagaimanakah pemakaian oksigen klinis yang betul? Berikut akan diulas pemakaian tabung oksigen yang benar dan baik dan mudah-mudahan bisa menolong anda yang perawatan di dalam rumah dan tidak mungkin untuk dirawat suster atau dokter, atau team responsif Covid,hingga harus pahami sendiri langkah pemakaiannya.

Pemakaian Tabung Oksigen

Harus dipahami pemakaian tabung oksigen klinis jangan asal-asalan karena benda ini bukan benda asal-asalan yang dapat digunakan demikian saja tanpa ketentuan dan pemantauan ketat. Berikut review cara-cara pemakaian tabung oksigen klinis berikut ini harus anda lihat baik agar tidak memunculkan ledakan atau kebakaran.

1. Hindari Dari Benda Yang mempunyai potensi Memunculkan Api

Hal khusus yang perlu anda lihat dengan menghindari sekurang-kurangnya 1,5 mtr. sampai 3 mtr. jauhnya dengan benda yang memunculkan recikan api. Disamping itu, jangan sampai mainan api di dekat tabung oksigen, khususnya di saat pemakaian, seperti menghidupkan lilin, mempersalahkan korek api, merokok dan lain-lain. Seharusnya pemakaian jauh dari dapur hingga memisahkannya dari kompor juga.

2. Statuskan Tabung Oksigen Dengan Betul

Status tabung oksigen harus juga betul tidak boleh cuman menggeletakkannya di lantai saja, tetapi harus menempatkan tabung dalam status tegak. Ini dilaksanakan agar menghindari tabung dari kebocoran yang setiap saat dapat terjadi bila menyelewengkan ini.

3. Beri Penekanan Sama sesuai Perintah Service Kesehatan

Penekanan dan saluran oksigen yang ditata harus sesuai intruksi service kesehatan yang ada. Selanjutnya anda harus seringkali memeriksa kondisi air dalam botol pelembab udara. Yakinkan botol air berisi sekurang-kurangnya di atas dari setengah dari botol. Disamping itu anda pun ahrus pastikan kondisi oksigen dipengukur oksigen, yakinkan oksigen berisi dan cukup buat penggunaan. Bila mulai habis, cepatlah refill oksigen lain hingga tidaklah sampai kekurangan stock.

4. Pasang Kanula (Selang Hidung) Dengan Betul

Saat memasangkan kanula, lihat benar selangnya, yakinkan tidak ada penyumbatan saluran oksigen yang menghalangi saluran oksigen di dalam badan.