Tips Pengawasan Pembangunan Rumah Tahapan Pondasi dan Sloof

pembangunan pondasi rumah

 

Dalam pembangunan sebuah rumah, para keluarga baru atau calon pemilik rumah yang baru dan belum berpengalaman dalam pembangunan rumah haruslah berhati – hati dan cermat dalam membuat bangunan rumah, baik jika bangunan rumah huniannya proses pembangunannya diserahkan ke pihak pemborong atau developer ataupun di kerjakan awasi sendiri memakai jasa tukang sendiri. Kalau membeli rumah di komplek perumahan biasanya proses pembangunan sudah ditangani oleh developernya sendiri akan tetapi jika mempunyai bidang tanah sendiri caln pemilik rumah biasanya harus mencari jasa pemborong atau jasa desain rumah sekaligus pemborong atau mencari tukang secara langsung sendiri.


Meskipun di beberapa posisi anda sebagai calon pemilik rumah, baik beli di developer perumahan, membangun di bidang tanah sendiri dengan jasa pemborong maupun merekrut tukang sendri, kita tetap harus memahami dasar kontruksi bangunan rumah sederhana agar bisa memastikan rumah yang akan anda tinggali benar secara struktur dan baik dan rapi pengerjaannya. Mempelajari struktur rumah sederhana jangan dibayangkan harus mempelajari detail yang rumit, tetapi bisa dipelajari ilmu prkatis pokok saja sehingga pembangunan hunian menjadi benar.

 

Dalam contoh di foto di atas kami coba ulas tentang proses pembangunan hunian rumah tinggal kita di tahapan pembuatan pondasi dan pembuatan slof dan rangka tiang kolom bangunan rumah.

 

Sebenarnya yang pokok perlu diperhatikan bahwa semua kontruksi cor-coran beton sebagai salah satu penupang struktur rumah utama harus saling mengikat satu sama lain. Mulai dari beton paling bawah yaitu sloof yang menopang beban tembok bata menuju pondasi, ke bagian tengah cor beton yaitu tiang atau kolom rumah, sampai beton ring tepi atas tembok sebagai penopang beban atau juga harus menerus berkaitan sehingga beban mulai atap, tembok dan lainnya bisa diteruskan secara sempurna dan menerus ke pondasi. Biasanya kebanyakan di pulau jawa dan Indonesia pada umumnya memakai pondasi batu kali. Atau jenis batu batuan keras tergantung ketersediaan alam di tiap daerah.

 

Khusus untuk pekerjaan bagian bawah konstruksi rumah seperti pada contoh foto di atas, yang perlu kita perhatikan bahwa di bawah pondasi batu kali harus ada lapisan tipis pasir untuk meratakan beban pondasi ke tanah, jika diasumsikan kondisi tanah normal sesuai spek. Dimungkinkan juga penyelesaian pondasi khusus jika dibangun di tanah dengan kondisi khusus seperti tanah gerak atau tanah yang kurang keras. Standarnya antar batu kali pondasi harus diisi dengan semen dengan campuran pas sehingga saling mengikat antar batu dan membuat pondasi kokoh. 

 

Dan yang tak kalah penting harus kita perhatikan adalah kita harus merencanakan ketinggian lantai rumah pada tahapan pondasi ini, seba jika diperlukan ketinggian lantai agak tinggi, misalnya karena kondisi jalan depan rumah ada kemungkinan ada peninggian di masa depan, kita harus membuat pondasi batu kali sebagian ditinggikan sampai keluar dari tanah keras, mendekati ketinggian lantai rumah. Sebab syaratnya pondasi batu kali harus mendekati ketinggian lantai atau sloof beton sehingga beban urugan lantai terdistribusi ke samping dengan sempurna ke samping ke pondasi batu kali. Jangan sampai beban urugan lanta ke samping ditahan tembok sebab struktur jadi kurang sempurna.

 

Sedikit tips pembangunan dari kami tahapan pondasi dan sloof dan rangka kolom semoga bisa menjadi pengetahuan bagi anda yang sudah merencanakan desain rumah yang bagus untuk diwujudkan menjadi rumah impian.